Setelah lama menjadi bahan rumor dan spekulasi di kalangan gamer, Resident Evil 9 akhirnya hadir secara resmi dengan nama Resident Evil Requiem. Game ini bukan sekadar lanjutan biasa, melainkan entri utama kesembilan dalam seri Resident Evil yang sudah puluhan tahun menjadi salah satu ikon terbesar genre horor di industri game. Capcom merilis game ini pada 27 Februari 2026, dan sejak hari-hari awal peluncurannya, Requiem langsung menunjukkan bahwa nama besar Resident Evil masih sangat kuat di pasar global.
Hal pertama yang paling menarik perhatian tentu adalah performa penjualannya. Banyak orang bertanya, “Berapa penjualan Resident Evil 9 dalam satu minggu?” Sampai saat ini, Capcom memang belum merilis angka resmi yang ditulis persis sebagai “penjualan 7 hari pertama”. Namun data resmi yang tersedia justru sudah cukup untuk memberi gambaran yang sangat jelas. Pada 4 Maret 2026, atau hanya lima hari setelah perilisannya, Capcom mengumumkan bahwa Resident Evil Requiem telah menembus 5 juta unit terjual di seluruh dunia. Itu berarti sebelum genap satu minggu, game ini sudah melampaui angka yang bagi banyak judul lain baru bisa dicapai dalam waktu jauh lebih lama.
Karena angka 5 juta unit itu dicapai hanya dalam lima hari, maka untuk minggu pertamanya bisa dikatakan bahwa penjualan Resident Evil 9 berada di minimal 5 juta kopi, dan kemungkinan besar lebih tinggi dari itu. Memang, tanpa rilis angka resmi hari ke-7 kita tidak bisa menyebut total pastinya dengan penuh presisi. Namun dari sudut pandang laporan resmi perusahaan, pencapaian lima juta unit dalam lima hari saja sudah cukup untuk menempatkan Requiem sebagai salah satu peluncuran paling kuat dalam sejarah franchise ini. Bahkan pada 16 Maret 2026, Capcom kembali mengumumkan bahwa penjualannya sudah melewati 6 juta unit, sekaligus menegaskan bahwa Requiem adalah judul Resident Evil tercepat dalam seri yang mencapai tonggak tersebut.
Kesuksesan komersial itu bukan datang tanpa alasan. Resident Evil Requiem diposisikan Capcom sebagai pengalaman besar yang tetap menghormati akar klasik seri ini, tetapi juga terasa modern dari sisi presentasi dan gameplay. Dalam keterangan resminya, Capcom menekankan bahwa game ini mengangkat esensi survival horror lewat perpaduan antara ketegangan rasa takut yang intens dan aksi yang memacu adrenalin. Dengan kata lain, Requiem tidak meninggalkan formula khas Resident Evil, melainkan mencoba menyempurnakannya untuk generasi pemain yang lebih luas.
Lalu, apakah Resident Evil 9 benar-benar horor? Jawabannya tegas: ya, ini jelas game horor. Secara resmi, Capcom memberi label genre survival horror untuk Resident Evil Requiem. Pada situs resminya, Capcom bahkan menggambarkan game ini sebagai pengalaman “terrifying survival horror” yang akan “chill you to your core”. Kalimat itu penting, karena menunjukkan bahwa identitas utama game ini memang tetap dibangun di atas atmosfer menyeramkan, rasa tidak aman, tekanan psikologis, dan ancaman yang terus menghantui pemain sepanjang permainan.
Meski begitu, Requiem bukan horor murni yang hanya mengandalkan suasana gelap dan jumpscare. Capcom juga memasukkan elemen aksi yang cukup kuat. Hal ini terlihat dari kehadiran dua karakter utama dengan gaya bermain berbeda, yaitu Grace Ashcroft dan Leon S. Kennedy. Situs resmi game menjelaskan bahwa pemain akan merasakan sisi survival horror yang menegangkan bersama Grace, lalu masuk ke bagian yang lebih penuh tekanan aksi bersama Leon. Kombinasi itu membuat Requiem terasa seperti perpaduan dua wajah Resident Evil: satu sisi menonjolkan rasa takut, keterbatasan, dan atmosfer mencekam, sementara sisi lainnya memberi ruang untuk aksi yang lebih agresif dan intens.

Capcom juga tampaknya sadar bahwa Resident Evil saat ini harus bisa dinikmati baik oleh penggemar lama maupun pemain baru. Karena itu, Requiem menawarkan beberapa pengaturan tingkat kesulitan dan memungkinkan pemain berganti antara sudut pandang first-person dan third-person secara real time. Fitur ini menarik karena memberi fleksibilitas besar dalam menikmati ketegangan. Mode first-person biasanya terasa lebih imersif dan menekan, sementara third-person memberi ruang pandang yang lebih luas bagi pemain yang menginginkan kontrol yang lebih nyaman saat menghadapi musuh atau menjelajahi area berbahaya.
Dari semua data yang tersedia, satu hal menjadi sangat jelas: Resident Evil 9 bukan hanya laris, tetapi juga berhasil menjaga identitasnya. Di tengah tren game modern yang sering bergeser terlalu jauh dari akar seri, Resident Evil Requiem justru tampil sebagai contoh bagaimana sebuah franchise besar bisa berkembang tanpa kehilangan jiwanya. Penjualannya yang menembus lebih dari 5 juta kopi dalam lima hari menunjukkan antusiasme pasar yang luar biasa, sementara statusnya sebagai survival horror menegaskan bahwa Capcom masih memahami apa yang sebenarnya dicari pemain dari sebuah game Resident Evil. Beli Resident Evil Requiem di Steam di link ini : https://store.steampowered.com/agecheck/app/3764200/






